Senin, 15 Oktober 2012 0 komentar

Proses Perekrutan Tenaga Kerja

Perusahaan ibarat sebuah keluarga atau kelompok yang memiliki pemimpin dan anggota, dalam sebuah perusahan terdapat karyawan yang ikut membesarkan perusahaan tersebut, perusahaan besar karena memiliki kualitas yang mumpuni namun tidak jarang ada saja beberapa di antara mereka yang kurang. Karyawan sebagai sumber daya manusia merupakan aset yang paling penting bagi perusahaan. Mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan merupakan kunci utama bagi kesuksesan bisnis perusahaan.

Bagi sebuah perusahaan baik yang mulai berdiri maupun yang sudah berdiri, ketika mereka melakukan perekrutan karyawan baru tentunya mereka menginginkan karyawan yang mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, dan untuk mendapatkan kriteria tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain:
1.Merekrut orang harus sesuai dengan sifat, misalnya minat bekerja di restoran tapi tidak mau melayani orang dan susah tersenyum tentu tidak cocok. Jadi bukan hanya skill, tapi attitude juga harus disesuaikan dengan bisnisnya. Wajah cantik dan ganteng saja tidak cukup. Sebagai pemilik perusahaan, kita juga perlu karyawan yang mengantongi sederet persyaratan yang kita ajukan. Tujuan utama dari proses perekrutan dan seleksi ini adalah untuk mendapatkan orang yang tepat di bidangnya agar mereka mampu bekerja secara optimal.
2.Karena bisnis itu perlu interaksi antara pegawai dengan pemilik, maka harus ada kecocokan sifat. Kalau merekrut kalangan keluarga belum tentu cocok sifatnya, malahan kita kadang tidak bisa membedakan hubungan profesional dengan kekerabatan. Kecuali anak yang bisa membantu. Karyawan ini bisa dicari lulusan sekolah kejuruan.
3.Setelah merekrut dan mengembangkan keahlian, perlu memperhatikan leadership atau kepemimpinan karyawan. Karena semakin besar perusahaan, maka harus ada level selanjutnya yang diserahi sebagian pengelolaan perusahaan, dan kepemimpinan karyawan ini harus dilatih benar. Pemegang pekerjaan harus tahu tugasnya secara tepat.


Melakukan perekrutan seorang pegawai dapat dilakukan melalui banyak cara, antara lain
·                     Memasang iklan di media cetak maupun media elektronik
·                     Memasang iklan di pamflate
·                     Mencari pegawai melalui Linked, Facebook, Twitter, dsb
·                     Mencari pegawai dari mulut ke mulut

Sumber Referensi :
http://www.miswans.com/merekrut-dan-mengelola-karyawan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia

0 komentar

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Apa sih tanggung jawab sosial perusahaan?? Mengapa suatu perusahhan harus mempunyai tanggung jawab sosial terhadar lingkungan maupun konsumennya??
Itu adalah hal-hal yang terlintas dalam pikiran kita yang berkaitan tentang tanggung jawab sosial.

Tanggung jawab Sosial Perusahaan adalah suatu konsep bahwa organisasi khususnya perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Suatu perusahaan pasti menimbulkan dampak tertentu bagi lingkungan, konsumen, ataupun masyarakat sekitar. Ada dampak positif ada pula negatif. Lebih tepatnya mungkin bukan negatif, tapi “rawan”. Ibarat seseorang yang sudah merasa dirinya baik dan sempurna, maka orang tersebut justru berada pada posisi yang rawan karena bisa secara tiba-tiba jatuh. Begitu juga dengan perusahaan dengan tanggung jawabnya.
Berikut ini merupakan tanggung jawab yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar
1. Minimalkan Limbah perusahaan
Usahakan untuk seminimal mungkin membuang limbah perusahaan langsung ke lingkungan sekitar. Jika memang harus di buang, maka hilangkanlah dampak bahaya yang ditimbulkan dengan adanya limbah tersebut dengan cara diproses secara fisik ataupun kimia agar limbah yang dibuang aman untuk penduduk maupun lingkungan sekitar.
2. Jangan merusak sumber daya
Jangan pernah sekalipun merusak sumber daya dengan mengeksplorasi secara berlebihan. Jika benar-benar dibutuhkan usahakanlah untuk menciptakan kembali sumber daya tersebut.
3. Memaksimalkan sumber daya manusia lingkungan sekitar
Jika ingin melakukan perekrutan kerja, maka carilah dulu warga-warga sekitar yang memenuhi kriteria. Namun, jika kriteria yang dibutuhkan tidak ada dalam lingkungan sekitar, maka boleh untuk mencari di tempat lain.
4. Aktif dalam pembangunan lingkungan sekitar
Cobalah aktif dalam pembangunan lingkungan sekitar dengan ikut membiayai fasilitas-fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan lain-lain.  Ataupun dengan cara memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi di lingkungan sekitar perusahaan.

Sedangkan hal - hal negatif dari tanggung jawab sosial itu sendiri :
1. Niat yang Hanya untuk Mendongkrak Pamor
Masalah niat memang hanya individu yang bisa mengetahuinya dan Sang Pencipta tentunya. Ada kalanya tujuan kegiatan sosial perusahaan hanya untuk mendongkrak pamor perusahaan itu sendiri. Publikasi yang berlebihan misalnya tentang kegiatan perusahaan yang memberi bantuan terhadap korban bencana alam, seolah-olah menjadikan para korban sebagai “obyek”.
2. Ketika Perusahaan Pailit
Apa yang terjadi ketika perusahaan pailit, sementara para penerima bantuan yang sudah terbiasa menerima bantuan dari perusahaan tersebut sudah telanjur menggantungkan hidup mereka pada bantuan tersebut. Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan juga bisa membentuk pribadi yang terlalu bergantung pada orang lain, bila tidak tepat bentuk bantuannya. Coba pikirkan baik- baik, benar bukan?
3. Perusahaan yang Bergerak di Bidang Usaha Terlarang
Tanggung jawab sosial perusahaan dengan memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar juga dilakukan oleh perusahaan dengan usaha yang masih meragukan kehalalannya hingga perusahaan dengan usaha terlarang (di negara maju). Bagaimana rasanya menerima bantuan dari perusahaan yang bidang usahanya terlarang? Nilai bantuan yang diberikan tak tanggung- tanggung alias besar.

Sumber Referensi :
http://www.anneahira.com/tanggung-jawab-sosial-perusahaan.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan

 
;