Sabtu, 25 September 2010 0 komentar

Seni Lukis dengan penerapan konsep New Media dan Seni Digital

Sebelumnya apa sih yg dimaksud New Media ?? New Media ialah pelabelan terhadap kecenderungan genre seni yang memanfaatkan perangkat inovasi teknologi kamera (foto dan film), internet, komputer, video, dan berbagai turunannya yang berbasis teknologi digital.
Seni lukis dengan penerapan seni digital dan new media disini yaitu dengan mengubah sebuah foto menjadi lukisan/realita digital diatas kanvas dengan bantuan teknologi digital seperti software/aplikasi seperti photoshop dan dengan teknik konvensional yaitu morphing. Seperti Karya-karya Fery, Beatrix dan Firly menunjukkan kaitan antara realita digital dengan praktek melukis. Seniman ini tetap menggunakan teknik melukis konvensional dalam penyelesaian akhir lukisannya. Seniman ini juga menggunakan software komputer dalam mengawali karyanya. Hasil karya-karya seniman ini yang awalnya dari sebuah foto justru tak tampak seperti foto pada akhirnya.


Potret – potret yang ditampilkan telah ditata-ulang, dengan bantuan kamera digital dan kemudian perangkat lunak komputer grafik (photoshop) sebagai alat dalam membedah struktur wajah dan mentransplantasi wajah seseorang dengan wajah orang lainnya. Kemudian dari hasil perubahan dengan morphing tersebut, kemudian dipindahkan imaji tersebut ke atas kanvas dengan cat minyak.
Salah satu hal penting dalam metode melukis para seniman saat ini adalah keterikatan mereka pada teknologi digital, dalam hal ini software komputer, dalam menghasilkan citraan pada kanvasnya.

Selan itu gambar yang ditampilkan dalam lukisan ini bukan realita kasat mata dalam kenyataan sehari-hari, sebagaimana realisme, tetapi adalah gambar yang tak mungkin muncul tanpa penetrasi dari mekanisme dunia digital. Tapi, citraan digital yang memutarbalikkan kenyataan telah menjadi hal yang biasa. Namun dengan adanya gabungan konsep seni digital kemudian diolah lebih lanjut foto yang dipilih menggunakan software komputer untuk menghasilkan citraan yang tidak real. Selanjutnya, citraan tersebut dipindahkan pada kanvas dengan cara yang konvensional.

Sumber :

Selasa, 13 Juli 2010 0 komentar

Sifat Manusia

Pertama sangunis, si populer
Kepribadian yang menarik, punya rasa humor yang tinggi, suka menghidupkan suasana, emosional dan demonstratif, periang dan penuh semangat, serta penug rasa ingin tahu. Dalam pekerjaan, kreatif, inovatif, antusiasme, sukarelawan, mengilhami orang lain untuk bekerja. Sebagai seorang teman, mudah bergaul, mencintai orang lain, suka dipuji dan menyenangkan. Suka kegiatan spontan, merupakan figure seorang pemimpin sirkus.
Kedua melankolis, si sempurna
Filosofis dan puitis, serius dan tekun, analitis, mendalam dan penuh pikiran, menghargai keindahan, peka terhadap perasaan orang lain, idealis dan suka berkorban. Dalam pekerjaan, orang melankolis berorientasi pada jadwal, perfeksionis, punya standar yang tinggi dan rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai. Sebagai seorang teman, melankolis adalah orang yang setia, mau mendengar keluhan, hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal.
Ketiga koleris, si kuat
Berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, memancarkan keyakinan, bebas dan mandiri. Dalam pekerjaan, berorientasi target, melihat seluruh gambaran, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis, bergerak cepat untuk bertindak, mendelegasikan pekerjaan, menekankan pada hasil, berkembang karena saingan. Orang koleris tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.
Keempat phlegmatis, si damai aka adem ayem
Rendah hati, mudah bergaul dan santai, tenang, sabar, konsisten, simpatik dan baik hati. menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan. Dalam pekerjaan, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan, menemukan cara yang mudah, mudah diajak bergaul, menyenangkan, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian.
Dari sifat di atas, dapat diringkas
Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )
Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )
Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )
Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat – Pesimis )
Jumat, 08 Januari 2010 0 komentar

Diskriminasi,,masi ada??!!

DIskriminasi bukan hal baru lagi di negara kita, mulai rasial sampai agama..contoh : kaum tionghoa yang sering dijadikan sasaran hinaan rasis oleh kaum pribumi.untuk masalah yang ini,memang kaum pribumi agak kurang dapat mendekatkan diri pada orang tionghoa,mereka masih menganggap bahwa "wong cino" adalah orang kaya yang tidak peduli dengan kaum miskin. namun, mereka ada benarnya juga karena nyatanya orang tionghoa sering tertutup dan tidak mau bergaul dengan suku lain. inilah yang harus kita ubah! marilah menuju indonesia yang bersatu!
Diskriminasi dalam berbagai bentuk telah merambah ke berbagai bidang kehidupan bangsa dan dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar serta tidak menganggap bahwa hal tersebut merupakan suatu bentuk diskriminasi.Perlakuan diskriminatif tidak disadari oleh subjek yang menerima perlakuan diskriminasi tersebut dan oleh yang memperlakukan tindakan diskriminasi tersebut. Praktik diskriminasi merupakan tindakan pembedaan untuk mendapatkan hak dan pelayanan kepada masyarakat dengan didasarkan warna kulit, golongan, suku, etnis, agama, jenis kelamin, dan sebagainya.

Diskriminasi juga dapat terjadi, antara lain, pada kehidupan masyarakat miskin atau kurang mampu. Akses untuk mendapatkan pelayanan khususnya pelayanan kesehatan, masih sering menimbulkan diskriminasi, terutama kepada golongan masyarakat miskin, dan menimbulkan ketidakadilan. Hal tersebut, antara lain, disebabkan rendahnya kepedulian sosial penyelenggara rumah sakit. Di samping itu, dikarenakan tidak adanya perangkat peraturan perundang-undangan yang mempunyai aturan kekuatan hukum dan sanksi yang tegas bagi rumah sakit yang menolak memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien miskin, menyebabkan penolakan dan penahanan rumah sakit terhadap pasien miskin masih sering terjadi.
Dalam rangka penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, kelompok rentan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin, perlu ditindaklanjuti, antara lain pembuatan peraturan perundang-undangan yang tidak diskriminasi terhadap perempuan, kelompok rentan, kelompok minoritas serta upaya pemberian pelayanan terutama kepada masyarakat miskin melalui penguatan dukungan, komitmen, dan keinginan yang tegas dari semua pihak terkait. Sangat penting pula untuk ditindaklanjuti adalah pelaksanaan yang konsisten dan komitmen dari pimpinan pemerintahan terhadap perundang-undangan yang mendukung upaya penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, kelompok rentan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin.  
Di samping itu, untuk menjaga dan melaksanakan komitmen Indonesia langkah utama yang perlu ditindaklanjuti adalah melalui sosialisasi dan peningkatan kesadaran hukum terhadap materi peraturan perundang-undangan tidak saja kepada masyarakat, tetapi juga kepada aparat penegak hukum sebagai landasan hukum dan juga persamaan persepsi untuk menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan, kelompok rentan, serta kelompok minoritas. Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut akan tercipta hubungan yang sinergis antarinstansi penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan hakim serta instansi terkait yang lain dan masyarakat luas. Di samping sangat penting, hal itu juga untuk memperbaiki mekanisme pelayanan publik kepada masyarakat pada umumnya dan kelompok rentan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin pada khususnya sehingga upaya segala bentuk diskriminasi dapat dihapuskan secara bertahap, tetapi pasti.
MARILAH MENUJU INDONESIA BERSATU
 
;