Kamis, 27 Desember 2012 0 komentar

Perbandingan Kamera Pocket, Prosumer, Dslr

Saat ini merupakan era digital, kamera pun juga ada klasifikasi jenisnya. Mungkin masih banyak sebagian dari kita belum mengetahui apa perbedaan mendasar antara ketiga tipe kamera tersebut, Pocket, Prosumer, dan DSLR (Digital-Single Lens Reflector).
Akan tetapi, ada baiknya bila kita mengetahui perbedaan antara ketiga jenis kamera tersebut.  Berikut ini perbandingan antara kamera Pocket, Prosumer, dan DSLR. Yang akan di bahas adalah seputaran mengenai:
  • Bodi
  • Fitur
  • Sensor
  • Lensa

1. Pocket

Bodi:
Bentuk kamera Pocket biasanya tipis dan mungil, mudah di masukkan kantong atau di manapun anda menginginkannya. Banyak orang tergiur dengan desain yang menawan dan elegan. Simpel . Tidak terbatas dari golongan manapun, sudah dapat di pastikan, kamera jenis Pocketlah yang terbanyak dimiliki dibandingkan dengan tipe jenis lainnya.
Fitur:
Penggunaannya sangat mudah. Dengan sistem yg sudah di otomasi, user hanya perlu untuk melihat area bidikan dan tekan tombol shutter. Kemudahan ini tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa banyak di antara kita lebih memilih kamera pocket dari pada tipe lainnya. Sayangnya, fitur-fitur di dalamnya seringkali tidak mangijinkan kita untuk men-setting manual, dan ini adalah salah satu kelemahan kamera Pocket.
Namun terkadang software yagg di sediakan pada kamera Pocket ada kalanya sudah menyamai dan melebihi dengan DSLR.  Contohnya kemampuan untuk mengurangi getaran (Vibration Reduction) agar hasil foto tidak blur, kemampuan untuk mendeteksi area focus yang diinginkan, adanya fasilitas Live View (objek dapat terlihat pada LCD) dan kemapuan rekam video. Sebenarnya fasilitas Live View dan kemampuan rekam video ini sudah ada pada beberapa tipe DSLR, namun harganya akan membuat anda memikirkannya lagi untuk membeli sebuah DSLR.
Sensor:
Sensor pada kamera digital berfungsi sebagai penangkap gambar. Pada kamera Pocket tentu saja sensor image tidak sebesar pada kamera jenis Prosumer dan DSLR.  Dan memang di desain sedemikian rupa, karena memang kebutuhan untuk kamera pocket tidak memerlukan sensor berukuran besar. Namun akibatnya, area hasil bidikan akan terpotong. Berbeda denga DSLR yg mempunya sensor lebih besar sehingga cakupan area hasil bidikannya lebih besar.
Lensa:
Sekarang berbicara mengenai lensa. Lensa yg di sediakan pada kamera Pocket biasanya cukup wide. Zoom optical juga cukup mumpuni untuk sebuah kamera Pocket. Namun tentu saja lensa ini tidak dapat di ganti layaknya DSLR. Dan menurut saya kamera Pocket memang tidak membutuhkan lensa yg dapat diganti, karena pemasaran kamera Pocket sebagian besar memang di tujukan bagi konsumen yang awam dalam dunia fotografi. Konsumen yang tidak membutuhkan kreatifitas untuk membuat seni fotografi.
Fungsionalitas:
Jika di tilik dari kemampuan  dan kemudahan yang di tawarkan oleh sebuah kamera Pocket, user yang dituju adalah user yang hanya menginginkan kemudahan dalam penggunaan kamera. Sangat cocok di gunakan untuk dokumentasi acara-acara kantor atau keluarga. Cukup dapat di andalkan sebagai alat untuk mengabadikan momen-momen yang sifatnya tidak memerlukan kreatifitas seni fotografi yang terlalu tinggi. Walaupun sebenarnya sah-sah saja di gunakan untuk pembelajaran fotografi. Tinggal tekan satu tombol saja, jepret..!
Jadi, silakan anda membeli kamera Pocket jika hanya digunakan untuk dokumentasi saja. Namun perlu di perhatikan juga, harga baru kamera pocket terkadang hampir menyamai harga bekas atau DSLR (Semipro), sebaiknya anda browsing terlebih dahulu tentang harga dan fiur yang di sediakan.
2. Prosumer
Bodi:
Bentuknya menyerupai DSLR, lumayan bongsor. Agak sulit di bedakan secara kamera mata. Di buat menyerupai DSLR karena memang tujuannya sebagai alternatif bagi para konsumen yang ingin membeli DSLR  tetapi kemampuan dompet tidak mengijinkan (ehehehe). Bodi yang ergonomi di sesuaikan dengan tangan user saat megang kamera. Dan bodinya disesuakan dengan lensa yang yang mempunyai ukuran dimensi dan berat yang lebih besar dari yang dimiliki kamera Pocket. Secara umum  lensa pada Prosumer seukuran denga lensa-lensa yang disediakan pada kamera DSLR.
Fitur:
Menyerupai DSLR. Setingan programnnya bisa kita atur secara manual. Aperture, ISO dan Shutter Speed bisa kita atur secara manual. Sehingga kreatifitas kita tidak di batasi oleh system yang otomatis. Dan yang lebih menggiurkan,  hampir semua Prosumer memiliki kemampuan rekam video dan fasilitas Live View. Sebuah fasilitas yang harus di bayar mahal pada sebuah kamera DSLR. Dan mungkin pada sebagian Prosumer, objek yang kita lihat melalui jendela bidik/ViewFinder tidak langsung dari lensa (bukan TTL), melainkan melalui sensor kamera, sehingga yg kita lihat di View Finder adalah LCD mungil yang menampilkan objek.
Sensor:
Sensor yang digunakan kamera Prosumer biasanya lebih besar dari kamera Pocket dan lebih kecil dari kamera DSLR. Ini adalah salah satu perbedaan mendasar antara kamera Prosumer dan DSLR. Dan ini akan berhubungan erat dengan kemampuan sensor untuk menagkap bokeh (blur) dan adanya Crop Factor (pemotongan gambar karena perbedaan ukuran sensor) yang dihasilkan oleh kamera Prosumer.
Lensa:
Tidak bisa digonta-ganti layaknya DSLR. Memang inilah perbedaan yg paling utama antara Prosumer dan DSLR.  Tapi, FL (Focal Length/panjang pembesaran) pada lensa prosumer biasanya adalah lensa jenis sapu jagad, dengan aperture/diafragma/bukaan yang besar. Benar-benar menggiurkan untuk sebuah lensa. Belum lagi jika merek dari lensanya adalah Carl Zeiss atau merek2 terkenal lainnya. Seringkali oramg-orang bilang, beli lensa bonus kamera. Kenapa bisa begitu? Coba saja anda cari lensa sekitaran 18-300/2.8, pasti mahal, belum lagi merk  lensanya Carl Zeiss, fantastis bukan?.
Lensa kamera prosumer memang tidak dapaty digonta-ganti, tetapi kemampuan teknis dan merk lensa kamera Prosumer cukup membuat kita tergoda untuk membelinya.  Lagipula harga kamera prosumer setara denga kamera DSLR.
Fungsionalitas:
Prosumer ditujukan bagi konsumen yang ingin memperdalam dunia fotografi dengan menawarkan fitur yang menyamai kamera DSLR, serta mencangkokkan lensa yg mumpuni. Lebih ringkas dari DSLR, tidak perlu membawa berbagai peralatan perang yang lengkap, cukup kamera saja, tidak perlu bawa2 lensa (karena memang tidak dapat di ganti). Harap anda ingat, pada kamera Prosumer, sensornya lebih kecil dari DSLR dan lensa tidak dapat di gonta-ganti sesuai kehendak kita.
3. DSLR
Bodi:
Bodi bongsor, sesuai dengan nilai-nilai ergonomi untuk digenggam, secara umum hampir sama dengan Prosumer. Yang pasti tidak bisa dimasukkan ke dalam saku anda “^^v. Mempunya handgrip yang  nyaman untuk di genggam, apalagi jika memakai lensa-lensa yang berat, sangat berguna.
Fitur:
Sudah barang tentu semua setingan bisa kita atur secara manual. Aperture, ISO dan Shutter speed bisa kita atur semau kita. Semua DSLR dapat dipastikan mempunya kemampuan ini. Setingan-setingan pada DSLR inilah membuat kita bias mengontrol setingan kamera untuk menghasilkan foto-foto yang sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing(selain lensa tentunya).
Perbedaan fitur yang sering di bicarakan saat ini antara DSLR satu dan lainnya adalah fitur Live View dan kemampuan rekam Video. Kemampuan ini mempunyai mekanisme yang berbeda dari kamera Pocket dan Prosumer, sehingga munculnya fasilitas ini pada DSLR akan mendongkrak harga DSLR. Banyak yang berpikiran agar uangnya dipakai/diinveskan unuk membeli lensa saja dari pada membeli DSLR yang canggih-canggih, cukup DSLR biasa saja.
Sensor:
DSLR mempunyai sensor yang lebih besar dibandingkan kamera Pocket ataupun Prosumer, area objek menjadi lebih lebar/wide.  Ukuran sensor berbanding lurus dengan biaya produksi, maka tidak heran jika pada uumya jenis kamera DSLR harganya lebih mahal dari Prosumer dan kamera Pocket. Teknologi sensor pada DSLR biasanya low noise. Dengan demikian gambar yang di produksi relatif bersih dari titik pixel yang menghasilkan anomaly warna.
Lensa:
Berbicara mengenai DSLR, tentunya tak bias dilepaskan dari kebutuhan akan lensa. Karena kelebihan DSLR adalah, salah satunya, bisa mengganti lensa dengan berbagai tipe yang anda inginkan. Banyak dari para penghobi fotografi mengkoleksi berbagai jenis lensa, entah itu akan digunakan atau tidak, karena berbagai tipe lensa tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda. Disini, selain setingan pada kamera, anda juga bisa bermain-main dengan kreatifitas anda menghasilkan gambar-gambar yang anda inginkan.
Jika anda tidak berhati-hati, anda bisa ketagihan untuk membeli lensa ini dan itu. Sudah banyak contohnya, hehehehe…  yang jelas bukan saya :p….
Fungsionalitas:
Sangat cocok digunakan untuk konsumen/user yang ingin memperdalam dunia fotografi. Tentunya anda harus mempelajari teknik-tekniknya. DSLR hanyalah sebuah alat, namun kreatifitas ada pada diri anda sendiri. Membeli DSLR bukan berarti hasil foto yang akan dihasilkan bagus juga, anda tetap harus mengetahui teknik-tekniknya. Dan beruntungnya, anda sudah hidup dalam dunia digital, jauh lebih mudah daripada harus belajar menggunakan kamera SLR (film). Lagipula saat ini sudah tersedia banyak artikel di internet, memudahkan anda untuk mengetahui tentang seluk beluk  dan teknik pada fotografi.
Untuk anda ketahui, DSLR adalah kamera ribet, banyak asesoris yang akan anda perlukan nantinya.
Kesimpulan

Dari ketiga jenis kamera tersebut, pilihan yang terbaik adalah jika dilihat dari tujuan anda membeli kamera. Kesimpulan yang bisa saya buat:
  1. Kamera Pocket : berfungsi untuk dokumentasi  kantor dan piknik keluarga.
  2. Kamera Prosumer : berfungsi untuk mempelajari fotografi, menginginkan kamera yang tidak perlu gonta ganti lensa.
  3. Kamera DSLR : berfungsi untuk  memperdalam fotografi, hobi fotografi, ribet, dokumentasi juga sah-sah saja.
Minggu, 23 Desember 2012 0 komentar

Profil Pemain Bola KAKA'

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai pemain bola favorit saya...hehehe :D
Pesepakbola tampan yang memiliki skill diatas rata-rata yakni Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang lebih akrab disapa Kaka. Pemain Timnas Brazil ini, kini membela klub besar Liga Spanyol yaitu Real Madrid. Ricardo Kaka lahir di Brasília, 22 April 1982, Kaka memulai karir sepakbolanya di Klub Sao Paulo, dan nama kian terkenal ketika berbaju AC Milan, dan akhirnya pesepakbola termahal ke empat ini berlabuh ke Santiago Bernabue. Berita terbaru dari Kaka, kabar yang beredar ia akan kembali ke klub yang membesarkan namanya yaitu AC Milan, karena dirinya jarang mendapat kesempatan bermain di Real Madrid. Bagi anda penggemar berat Ricardo Kaka, ingin mengetahui Profil Pemain dan Biodata lengkap dari Kaka. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan Profil, Prestasi, serta Biodatalengkap dari pemain Timnas Brazil ini. Berikut Profiles dan Biografi lengkap dari Ricardo Kaka.


Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Real Madrid (bergabung tahun 2009; sebelumnya pada 2003-2009 di A.C. Milan). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.

Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.

Profil Pemain

Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.

Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.

Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada kariernya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya. untuk itulah setiap kali ia mencetak gol tangannya selalu di arakan keatas ,bertanda rasa terimah kasih kepada Tuhan.Begitupun bajunya,di balik baju olahraganya ada baju dengan tulisan seperti I belong to Jesus dan sebagainya.Tulisan itu biasanya ditunjukkan sesudah mencetak gol atau saat akhir pertandingan di stadium.

Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brazil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.

Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.

Tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, keukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà kadang-kadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferrari, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.

Karir Klub

Informasi klub

Klub saat ini Real Madrid
Nomor 8

Karier junior

1994–2000 São Paulo

Karier senior

Tahun Klub Tampil (Gol)
2001–2003 São Paulo 59 (23)
2003–2009 Milan 193 (70)
2009–kini Real Madrid 32 (10) 

Tim nasional

2002–kini Brasil 82 (27)

Prestasi Yang Diraih

Pemain terbaik dunia versi FIFA tahun 2006

Klub
* Piala Super Eropa: 2003
* Serie A: 2004
* Piala Super Italia: 2004
* Piala/Liga Champions: 2006-07
* Piala Dunia Antarklub: 2007

Internasional
* Piala Dunia: 2002
* Piala Konfederasi: 2005, 2009

Prestasi individu
* Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brazil), 2002
* UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
* Pencetak gol terbanyak Liga Champions 2006-07 (10 gol)
* Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
* Ballon d'Or (2007)
* Pemain terbaik pada Piala Konfederasi FIFA 2009

Demikian Profil dan Biodata lengkap dari Ricardo Kaka yang merupakan Pemain termahal ke empat di dunia.

0 komentar

Sejarah Java dan Java Applet

JAVA adalah salah satu bahasa pemrograman komputer yang berorientasi objek, diciptakan oleh satu tim di Sun Microsystem, perusahan workstation UNIX yang cukup terkenal. JAVA diciptakan berdasarkan bahasa C++, dengan tujuan “platform independent” (dapat dijalankan pada berbagai jenis hardware tanpa kompilasi ulang), dengan slogan “Write Once Run Anywhere” (WORA). Dibandingkan dengan bahasa C++ maka JAVA pada hakekatnya lebih sederhana, dan memakai objek secara murni.
Salah satu kemampuan dari bahasa JAVA adalah pemakaian Applet pada halaman Web untuk suatu bentuk interaksi dengan pengunjung situs Web. Java applet adalah sebuah program kecil yang ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, yang diakses melalui halaman web dan dapat di-download ke dalam mesin klien yang kemudian menjalankannya di dalam jendela penjelajah web.
Java applet dapat secara dinamis menambahkan beberapa fungsi kepada halaman-halaman Web yang bersifat statis. Akan tetapi, untuk menjalankannya sebuah komputer harus memiliki browser web yang dapat menjalankan Java, seperti Microsoft Internet Explorer 4.0 ke atas, Netscape Navigator, Mozilla Firefox, dan Opera.
Ketika sebuah Java applet dibuat, semua pernyataan Java yang terkandung di dalam kode sumbernya akan dikompilasi menjadi Java bytecode, yakni sebuah bahasa mesin semu (virtual engine/machine language) yang dibentuk oleh Java. Berkas yang berisi Java bytecode ini akan disimpan sebagai sebuah berkas kelas Java (Java class file) di dalam sebuah Web server, seperti halnya Apache HTTP Server atau Microsoft Internet Information Services (IIS).
Sebuah halaman Web yang hendak menggunakan applet tersebut harus menggunakan tag … di dalam kode sumber-nya. Ketika sebuah penjelajah Web milik klien melakukan request kepada halaman Web tersebut dan menemukan bahwa di dalamnya terdapat tag …, bytecode di dalam Java class file akan dieksekusi oleh mesin semu di dalam web browser, yang dapat berupa Microsoft Java Virtual Machine atau Java Runtime Engine dari Sun Microsystems.
Satu dari tujuan utama environment di Java adalah membuat browser pengguna merasa aman untuk menjalankan program applet apapun. Java adalah bahasa yang secure karena secara otomatis Java menerapkan pengamanan terhadap aplikasi sehingga mengurangi kemungkinan adanya serangan dari pengguna jaringan. Untuk itu, maka Java membuat sebuah security restriction untuk efek yang dapat menyerang desain applet dan untuk mendapatkan ability yang lebih banyak.
Untuk setiap applet viewer memiliki sebuah objek SecurityManager untuk keamanan applet. Ketika SecurityManager menemukan sebuah violation, maka akan create dan throw sebuah objek SecurityException. Secara general, SecurityException menampilkan warning message untuk standart output. Sebuah Applet dapat meng-catch SecurityException dan bereaksi dengan wajar, seperti dengan reassuring pengguna dan dengan resorting untuk cara yang lebih aman untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
 
;